oleh

Bapenda Akan Lakukan Terobosan, untuk Tingkatkan Realisasi PAD

banner 300500

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) akan melakukan langkah-langkah tindak lanjut, untuk meningkatkan persentase realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim pada masa new normal.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Muhammad Azlan, selaku Plt. Kepala Bapenda Lotim, menerangkan jika realisasi PAD Lotim per 30 Juni hampir mencapai 40 persen, serapan itu menurutnya masih rendah, jika mempergunakan skala rata-rata, karena masih di bawah 50 persen.

“Realisasi PAD kita per 30 Juni hampir 40 persen, kalau kita mengunakan posisi rata-rata harusnya 50 persen, tapi karena covid kurang dari target,” katanya, Senin (03/08/2020).

Dari data tersebut, Azlan mengakui jika pihaknya telah dan akan melakukan langkah-langkah tindak lanjut untuk menggenjot realisasi serapan PAD.

“Usaha yang dilaksanakan, kita berkoordinasi dengan Bapenda provinsi beberapa hari yang lalu, kemudian kita lanjutkan bertemu dengan Kepala Samsat Lotim,” jelasnya.

Dalam keterangannya, maksud dari pertemuan itu adalah untuk meningkatkan dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor, sebab sektor ini tidak terdampak signifikan oleh Covid-19.

“Pertemuan itu maksudnya untuk meningkatkan dana bagi hasil kita dari pajak kendaraan bermotor karena tidak terlalu terdampak oleh covid, karena untuk retribusi pasar dan kesehatan dilakukan pengurangan 50 persen, jadi kita harus mencari sumber-sumber baru,” ulasnya.

Selain hal itu, Azlan juga menyampaikan pada hari ini, (Senin 03 Agustus) telah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala pasar di Lotim, guna melakukan sosialisasi terkait pemberlakuan kembali normalisasi tarif retribusi.

“Kemudian pada hari ini juga kita koordinasi dengan semua kepala pasar di Lombok Timur, karena batas pengurangan retribusi berakhir pada 31 Juli, untuk kemudian normal kembali, sehingga perlu kita lakukan sosialisasi normalisasi retribusi 100 persen,” tuturnya.

Langkah lain yang paling penting yang akan dilakukan oleh dirinya adalah segera melakukan evaluasi penerimaan PAD dan ekstentivikasi terhadap sumber-sumber penerimaan PAD.

“Kita akan segera melakukan ekstentivikasi sumber penerimaan dan evaluasi penerimaan PAD, terutama pada realisasi penerimaan pajak dan BPHTP sebesar 32,9 persen,” tukasnya.

Serapan penerimaan pajak dan BPHTP yang berkisar 32,9 persen itu menurutnya relatif kecil, akibat dampak dari Covid-19, dari itu Ia menjanjikan akan segera melakukannya koordinasi dengan pihak terkait.

“Persentase serapan itu kecil karena dampak covid, dari itu, kita akan berkoordinasi dengan pihak camat dan OPD lainnya,” pungkasnya. (Cr-Pin).

BERITA TERKAIT