oleh

Anak KPM PKH Penderita Komplikasi Akhirnya Berobat ke Pulau Dewata

banner 300500

Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Lombok Timur (Lotim) lakukan kunjungan kepada salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di rumahnya, guna salurkan bantuan pengobatan ke anak penerima KPM yang tengah mengidap tumor ganas dan kanker darah.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Adalah M. Alfan Saputra anak usia 8 tahun pengidap penyakit tumor ganas dan kanker darah (leukimia), Ia terbujur lemah di rumahnya dengan keadaan seadanya. Alfan Saputra adalah anak dari Ibu Mastrah, KPM PKH Kemensos RI.

Di rumahnya, Mastrah menuturkan, jika dirinya sangat bersyukur atas adanya kepastian, jika anaknya yang terlihat lemah beralas tikar plastik seadanya itu, akan segera mendapat perawatan maksimal yang jauh dari kemampuannya.

Tidak kurang dua tahun sudah lamanya, Alfan Saputra menahan sakit akibat komplikasi tumor ganas dan kanker darah, tutur Mastrah dengan muka pucat, bercerita dengan nada ririh dan tatapan pasrah.

Harapan untuk Pulihnya Alfan Akhirnya Tiba

Korkab PKH Lotim, Saparuddin, M.Pd.I dengan beberapa rekannya mendatangai kediaman Mastrah. Kedatangannya itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengunjungi Alfan Saputra, untuk setidaknya menyambung asa keluarga, jika harapan kesembuhan Alfan masihlah ada.

“Hari ini kami berkunjung ke salah satu Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan atas nama Mastrah, karena memiliki anak yang menderita tumor ganas dan leukimia atau kanker darah yang diidap sejak dua tahun terakhir dan saat ini cukup parah, sehingga saat kami dari Korkab PKH menerima informasi kami langsung lakukan koordinasi untuk berikan bantuan,” katanya.

Dengan nada tegas, Saparuddin saat duduk di sebelah Alfan Saputra yang terbaring sesak itu memastikan, jika Alfan Saputra sesegera mungkin akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar Bali, berserta kelurga yang akan mendampinginya. Sebab ungkapnya, perawatan untuk kasus penyakit Alfan Saputra tidak tersedia di NTB.

“Setelah kami komunikasi dengan pihak terkait, alhamdulilah hari ini kami mendapat titik terang jika anak kita Alfan Saputra ini akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Sanglah Bali untuk jalani operasi,” tekasnya.

“Mempercepat itu kami telah rapid test 3 orang keluarganya yang akan mendampingi anak kita Alfan Saputra ini ke Rumah Sakit Sanglah Bali,” sambungnya.

Kondisi Alfan Saputra yang begitu darurat, maka Ia mendapat perawatan intensif di rumahnya oleh petugas medis Puskesmas Terara. Sembari menunggu tiba keberangkatan ke Sanglah Bali.

Perihal biaya pengobatan Alfan Saputra. Saparuddin mengatakan jika Korkab PKH Lotim telah menghimpun bantuan dari para Donatur dan lembaga sosial terkait yang terpanggil untuk kesembuhan Alfan Saputra

“Kami mendapat informasi mendadak, melihat kondisi begitu parah, kami langsung berkoordinasi mencari sumber bantuan dari donatur, saya sebut saja dari agen Brilink Terara, paguyuban Agen Lombok Timur, Baznas dan tentunya SDM PKH sebagai garda terdepan dalam mengawal karena anak ini juga anak peserta dari KPM PKH,” katanya.

Di samping Alfan Saputra, ibunya Mastrah dan disaksikan keluarga besar Alfan, Saparuddin menyampaikan agar keluarga bersabar dan tetap tegar menghadapi cobaan yang menimpa.

“Kami berpesan agar kita semua tetap sabar menerima ujian dan cobaan ini, mudah-mudahan nanti anak kita Alfan Saputra bisa segera sehat, bisa beraktivitas seperti biasa, bisa sekolah dan bermain dengan sebayanya,” pesannya.

Kepekaan Masyarakat adalah Kebutuhan Sosial Kita

Komplikasi yang diderita Alfan Saputra selama dua tahun lamanya, adalah pecut bagi kita untuk mengasah kepekaan sosial, bagi sesama yang membutuhkan tali asih dan bantuan yang bersumber dari kekerabatan dan kepedulian sosial.

Tidak menutup kemungkinan, masih ada Alfan Saputra lain, yang belum diketahui. Dan tentu membutuhkan bantuan dari masyarakat secepatnya, yang merupakan tanggung jawab sosial, dan masyarakat tidak lah boleh abai dan acuh atas keadaan itu.

Terkait dengan itu, Saparuddin berpesan kepada khalayak luas, agar responsif dan peduli atas keadaan serupa di lingkungan terdekat.

Tidak mampu dengan materi pribadi, bantuan sosial menunggu, bila informasi cepat disalurkan lewat kelincahan jemari, maka dipastikan jaringan sosial akan menangkap pesan itu dan pasti tanggap mengatasinya.

“Kemudian kedua bagi masyarakat yang peduli, mari kita berikan kepedulian sosial kita kepada anak kita Alfan Saputra untuk membantu kebutuhannya,” ulasnya.

“Selanjutnya saya berpesan juga kepada masyarakat secara umum untuk lebih responsif melihat keluarga kita masing-masing, jangan sampai terjadi seperti Alfan ini, sudah begitu parah baru kita tahu. Tidak mampu dengan bantuan pribadi, silahkan dengan cepat publikasi, informasi ke pihak terkait akan menghindari kondisi separah Alfan Saputra ini,” tutupnya. (CR-Pin)