oleh

2021 PUPR Lotim Target Alirkan Tiga Mata Air Baru, untuk Hapus Air Mata Masyarakat Selatan

banner 300500

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur (Lotim) targetkan penambahan debit air di tahun 2021. Tambahan debit air itu bersumber dari tiga mata air, guna atasi persoalan kurangnya air bersih bagi masyarakat, di lima kecamatan di kawasan selatan Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas PUPR Lotim, Makrifatullah menyatakan jika di tahun 2021 pihaknya telah menargetkan penambahan debit air, untuk dialiri ke kawasan selatan Lotim yang rentan mengalami krisis air bersih.

Penambahan debit air itu terangnya, akan diambil dari tiga mata air baru yang ada di kawasan utara Lotim. Ketiga mata air itu yakni mata air Jurit Sentul di Desa Jenggik Utara, mata air Duren, dan mata air Bawak Odang yang terletak di Desa Tete Batu.

“Kita sudah lakukan kunjungan di beberapa titik, kita sudah menetapkan tiga mata air baru, satu di Jenggik Utara di sana ada mata air Sentul dan dua di Tete Batu di sana ada mata air Duren dan mata air Bawak Odang,” kata Makrif, Jum’at (04/09/2020).

Saat ini ungkap Makrif, jumlah debit air di wilayah selatan hanya 66,3 liter per detik. 25 liter dialirkan ke Kecamatan Keruak, 25 liter ke Jerowaru dan 16,3 liter di alirkan ke Kecamatan Sakra, Sakra Barat dan Sakra Timur.

Suplai debit air yang begitu timpang apabila dibanding dengan jumlah pelanggan PDAM yang sangat banyak di kawasan selatan itu sebut Makrif hanya bisa teratasi persoalan selama ini dengan menambah jumlah debit air. Dari itu setelah optimalisasi ketiga mata air baru itu, maka ditargetkan di tahun 2021 debit air yang akan dialirkan ke kawasan selatan 120 liter per detik.

“Diwilayah selatan ini kita harus menambahkan lagi sekitar 120 liter per detik, 50 liter per detik tambahan untuk Kecamatan Keruak dan Jerowaru dan 75 liter per detik untuk Kecamatan Sakra, Sakra Barat Dan Sakra Timur,” imbuhnya.

Adapun untuk mengalirkan debit air yang ada di tiga mata air itu, Makrif mengakui jika akan mempergunakan saluran pipa eksisting Trengwilis. Hal itu dilakukan karena sistem saluran termasuk reserpowar sudah siap, karena telah ada sejak tahun 2010 silam.

“Untuk infrastruktur yang digunakan itu sudah ada yaitu pipa eksisting Trengwilis, pipa itu sudah ada dari tahun 2010 lalu tinggal kita jalankan saja, di sana juga ada reserpowar, semuanya sudah ada,” tuturnya.

Ditanyakan terkait anggaran negara yang diperlukan untuk mengoperasionalkan target tersebut, Ia menjawab singkat, “Pemerintah daerah sudah menganggarkan 40 Milyar untuk itu di 2021, untuk menuntaskan masalah air di wilayah selatan,” tutupnya. (Cr-Pin).

BERITA TERKAIT