oleh

2020 Hajji Batal, Boleh Jadi, Baik???

CORONG RAKYAT. CO.ID -Keputusan Kementrian Agama Membatalkan Pemberangkatn Jamaah Haji tahun 2020 karena alasan kesehatan dan untuk memutus Rantai Penyebaran Covid 19 menjadi dilema, Sebagian Besar Calon Jamaah Haji (CJH) menerima keputusan tersebut dengan lapang dada, sebagian kecil lainnya memilih diskusi diam-diam tanpa mampu menelurkan Rekomendasi, Rencana Keberangkatan Hajipun harus kembali kepada Qudrat dan Iradat Allah SWT, Pasti ada Hikmah dibalik Setiap Kejadian.

Kementrian Agama pasti Serius berfikir tentang rencana pembatalan jamaah Haji, keputusan semacam itu tentu melalui mekanisme pengkajian yang mendalam baik secara sains, Kesehatan dan Historis setiap masa, dengan mengesampingkan Tendensiusitas Parpol atau Politis, intinya Kementrian Agama Sudah memenuhi Kriteria pengambilan Keputusan sesuai dengan Aturan Hukum dan Undang-undang yang berlaku di kementrian agama meskipun masih dapat di gugat.

Menyudutkan Kementrian Agama sebagai Lembaga Agama yang memayungi semua Ummat Beragama kurang Tepat, sekurangnya ada dua alasan, Pertama Alasan Historis, bahwa pembatalan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya ada pada tahun 2020, kedua Alasan Kesehatan, covid-19 adalah virus yang mematikan dan penularannya sangat cepat. Kedua alasan tersebut juga tidak bermaksud untuk mengkebiri dan menafikan Alasan Qada’ Qadar yang di telah ditetapkan Allah Pada Zaman azali.

Demikianpula dengan membela Jamaah Haji dengan Sentimen keagamaan juga tidak berdasar karena rumah tangga Kementrian agama tentunya adalah otoritas dilingkungan kementrian agama sendiri, selama jamaah tidak keberatan dan tidak memaksa kehendak kenapa mesti diributkan dan disoal terus menerus, tulisan ini juga tidak dimaksudkan sebagai komentar atas pembatalan keberangkatan haji ditahun covid ini.

Mengambil Hikmah adalah jalan tengah atas musibah yang menimpa jamaah haji dan ujian bagi kementrian agama di tahun 2020, secara hikmah bisa jadi tahun 2020 adalah kesempatan bagi Mukimin di tanah suci yang tinggal disana yang terus menerus dibatasi oleh jumlah kuota haji yang tiap tahunnya terus meningkat, serta sebagai persiapan mental bagi jamaah haji tanah air, dalam menghadapi perubahan dan situasi zaman yang kian Modern dan serba cepat.

Mengakhiri ulasan sedrhana ini saya kutipkan surat alquran (Q.S 2:216)
“boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Allahu ‘alamu Bisshawab.

OLEH: Abu Ikbal.